Abadi Dalam Karya

Pada Suatu Hari Nanti

(Oleh : Sapardi Djoko Damono)

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

Puisi itu aku tahu di sebuah (lebih…)

100 Things #2019

Pantai Baru, Bantul, DIY

Judul tulisan ini, juga merupakan judul yang kutulis di kertas sketchbook itu. Yang di setiap lembarnya menyusun 100 impian yang kuinginkan agar bisa tercapai di tahun 2019. Aku tak bermaksud memanjangkan angan-angan. Hanya saja diri ini perlu dimotivasi agar tak melakukan hal semaunya sendiri. Hey, ingatlah! Kau punya mimpi yang harus diwujudkan! Kuharap, dengan menuliskannya, dan menempelkannya di dinding kamarku akan mampu membuat diriku bersemangat. Di setiap hari aku akan membacanya. (lebih…)

Jadi Editornya Nanti Dulu

correcting-1870721_640

Menulis adalah cara yang bisa digunakan untuk menyalurkan kreativitas. Juga sebuah cara untuk menyampaikan pesan pada khalayak. Film yang kondang, ataupun blockbuster pun berawal dari naskah berupa tulisan. Pementasan drama yang elok pun juga berdasarkan tulisan.

Semua orang bisa menulis, juga punya kesempatan untuk belajar menulis. Namun mengawali sebuah tulisan untuk pertama kali biasanya cukup sulit. Baru dapat satu paragraf sudah bingung mau dilanjutkan apa.

Padahal di dalam kepala ada banyak ide-ide bersautan. Hanya saja susah diterjemahkan menjadi tulisan. Ada rasa malu, takut salah, takut tulisannya tidak menarik. (lebih…)

“Rumah Baru”

Alhamdulillah tercapai sudah salah satu keinginanku; punya blog self hosted.
Sudah sejak SMA aku ngeblog di WordPress.com . Layanan blog gratis dari WordPress. Bagi yang belum tahu, WordPress adalah blogging tools, alat untuk ngeblog. Blog yang dibuat, akan beroperasi di sebuah server. Kalau masih menumpang di wordpress.com, maka alamat blog akan diberi embel-embel .wordpress.com , kecuali Anda membeli upgrade untuk mendapatkan .com .

(lebih…)

November Padat

Hello guys.. Sudah beberapa hari ini aku gak nulis di blog. Di laptop nulis sih, tapi beberapa aja yang berencana dipost hihihi.

November ini padat sekali jadwalku. Isinya deadline tugas kuliah dan tugas praktikum. Ada laporan praktikum budidaya tanaman semusim (BTS), laporan praktikum pemupukan dan kesuburan, laporan PSEP, mengurus proposal kerja lapangan, persiapan responsi, makalah matkul BTS, tugas matkul KPKT. Banyak ya? 🙂

Rasanya kok capek gitu. Apalagi sore sering hujan. Berangkat pagi, sampai rumah sore atau malem. Ntar masih begadang garap tugas.

Sebenernya bisa lhoh menyelesaikan itu semua, asal disiplin membagi waktu. Jadi bener-bener tertib waktu. Meluangkan sekian jam sehari khusus buat tugas. Ntar pasti selesai juga.

Yang jadi masalah, aku belum bisa meluangkan waktu dengan tertib untuk ngerjain tugas. Rasanya beratttt banget. Gimana engga, di rumah ada TV, ada laptop, hape, buku bacaan. Yang notabene lebih asyik ditemani daripada tugas. Walhasil biasanya tugas kukerjain mepet dan kurang maksimal gitu.. Bukan ngasal lhoh yaaa hehe 😁😁

Puncaknya minggu ini. Aku terbebani sekali dengan tugas ini itu di kuliah. Ada juga tugas di organisasi, dan ada project buat ikut lomba. Karena itu semua aku ga masuk alias bolos beberapa matkul. Sebenernya bisa sih, sidik jari di awal. Kaburrr. Lalu balik lagi sidik jari pulang. Tapi itu melawan nuraniku #halah. Gimana ya… berat aja rasanya. Soalnya aku belum pernah titip absen sejak semester 1 🙂. Kalau nggak masuk yaudah alfa aja hehe. Kecuali kalau sakit, harus ngasih surat izin ke akademik.

Hari ini aku sampai rumah jam 7 malam. Tepat waktu Isya. Rasanya capekkk banget. Mana bawa motor sendiri, dan jalannya macet. Lalu aku kepikiran.

Masa sih aku mau gini terus. Diburu waktu. Diperbudak tugas. Udah waktunya aku merdeka atas waktu yang kumiliki. Kedepannya akan kucoba mengatur waktu sekonsisten mungkin.

Langkah awalnya sederhana :

Berkata “iya” atas ajakan yang benar-benar bisa kulakukan.

Berkata “tidak” atas ajakan yang akan menggerogoti waktu produktifku.

Alias berlaku asertif… kalo semua di”iya”kan, aku tak akan punya waktu untuk diriku sendiri.

Udah yaa. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya 🙂