Menjadi Customer Ojek Online / Taksi Online Yang Santun

Taksi online maupun ojek online sudah banyak merambah kota-kota di Indonesia. Artinya, semakin banyak pula masyarakat yang menikmati kemudahan untuk mencari tumpangan kendaraan. Harga yang relatif murah, serta mudah digunakan menjadi poin plus ojek maupun taksi online.

Dari sekian juta orderan yang telah tercipta di seluruh Indonesia. Pasti ada saja cerita-cerita unik di dalamnya. Baik cerita dari driver maupun customer atau biasa disebut CS. Kisah-kisah lucu tentang ojek maupun taksi online sudah banyak dimuat di internet. Juga Instagram.

Sejauh ini aku sering menggunakan jasa ojek maupun taksi online. Untuk berangkat ke kampus, memesan makanan, atau pergi main. Di perjalanan, aku sering mengajak bicara para driver. Menanyakan apapun, biar perjalanan ga sepi hehe. Berapa gaji harian mereka, apakah punya pekerjaan tetap, sehari narik berapa jam, bahkan hingga aku pernah ditawari buat kredit Honda Brio untuk narik taksi online 😀

Gak semua driver bisa diajak ngobrol santai. Ada juga yang diam saja selama perjalanan karena mungkin sudah capek. Buatku gak terlalu masalah, yang penting sampai hehe. Dari sekian banyak obrolan yang telah terjadi, setidaknya aku menemukan beberapa hal yang menjadi keluhan driver. Keluhan yang mungkin tidak dipikirkan oleh para customernya. Yuk kita simak!

Order Dicancel Mendadak

Banyak alasan mengapa customer mengancel order. Ada yang iseng memesan. Bahkan tidak sabar menunggu. Sebaiknya, kalau customer memesan ojek / taksi online, jangan mepet-mepet dengan jam keberangkatan. Kalau customer mengcancel order, maka performa driver pun akan turun dan menyulitkan mereka tutup poin untuk mendapat bonus.

Nyasar Saat Menjemput

Beberapa lokasi maupun gang rumah belum tercover oleh Google Maps. Termasuk rumahku haha. Agar sama-sama enak, ada baiknya cari tempat / jalan yang mudah ditemukan oleh driver. Jalan bentar gapapa lah, daripada nunggu lama dan driver nyasar. Kasian juga kalau drivernya nelpon dan ngabisin pulsa hehe.

Naik Lebih Dari 4 Orang

Banyak driver taksi online Go-Car yang mengeluhkan ini saat aku ajak ngobrol. Walaupun ada juga yang tidak memikirkannya. Memang sih mobilnya MPV (Avanza, Sigra, Mobilio, Ertiga, dll), tapi di peraturan sebenarnya sudah termuat bahwa penumpang maksimal adalah 4 orang. Aku sih setuju dengan peraturan ini. Kasian drivernya. Semakin banyak yang naik, BBM yang dikeluarkan semakin boros dan perlu waktu ekstra buat ngebersihin mobil sebelum dipakai narik lagi. Saranku, kalau berbanyak alias lebih dari 4 orang. Order dua kali aja. Kalau mau maksa dan drivernya mau, boleh juga diberi tip 🙂

Diberi Rating Jelek

Kalau ada keluhan maupun komplain yang tidak terlalu mendesak, sampaikan saja ke driver secara langsung. Jangan merusak rating mereka, kecuali kalo udah bener-bener keterlaluan seperti melakukan pelecehan ataupun melanggar ketertiban berlalu-lintas. Banyak driver yang mengeluhkan sering diberi bintang 1 atau bintang 2 karena jemputnya kelamaan. Haduh, sabar ya pak 😀

THE VERDICT

Perlu dipahami bahwa saat kita memesan ojek maupun taksi online, ada tanggungjawab untuk menjadi customer. Tunggulah ketika mereka akan menjemput. Ikutilah peraturan yang berlaku, dan jangan menuntut lebih, karena kita hanya sekedar menumpang ke tujuan. Jika menginginkan pelayanan yang lebih oke, carilah taksi yang harganya lebih mahal. Haha 😀

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: