Apa Itu Klitih Jogja?

Pertama kali aku dengar kata klitih saat duduk di bangku SMA.

“Gawat, Si Budi bar diklitih karo cah SMA X jaket e dirampas neng Jalan X”
(Gawat, Si Budi telah di-klitih oleh anak SMA X jaketnya dirampas di jalan X).

Setahuku, dulu anak-anak geng SMA di Jogja ada yang sering sweeping untuk mencari anak SMA lain. Diberhentikan di jalan, untuk dilukai, maupun dirampas seragamnya. Alhamdulillah di sekolahku tidak ada geng, dan semoga seterusnya tidak ada, Teladan Jayamahe! Beberapa kejadian klitih ternyata lebih parah dari sekedar merampas seragam maupun melukai. Di tahun 2017 ada beberapa kasus yang menyebabkan korban mengalami luka parah hingga meninggal dunia. Klitih yang dilakukan lebih parah, menggunakan senjata tajam dan berbahaya. Pelakunya tak lagi anak-anak sekolah, namun remaja hingga dewasa. Para pelaku klitih mencari korbannya di malam hari, di jalan-jalan sepi. Ada yang melukai, ada juga yang sampai merampas harta benda.

Sebagai warga Jogja, tentu aku khawatir dengan kondisi yang seperti ini. Gak bisa dibiarkan terus-menerus, demi Jogja yang aman. Para pelaku klitih yang tertangkap harus dihukum dengan tegas, jika pelakunya dibawah umur, hukuman yang diberikan juga harus tegas dan mampu memberi efek jera.

Berikut beberapa kejadian klitih yang terjadi selama 2017

http://jogja.tribunnews.com/amp/2014/10/15/ini-pengakuan-mantan-pelaku-klitih-di-yogya

https://www.google.co.id/amp/amp.kompas.com/regional/read/2017/03/14/08190001/ini.kronologi.aksi.klitih.di.yogyakarta.yang.tewaskan.pelajar.smp

http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/04/17/oojyct284-pelaku-klitih-divonis-75-tahun-penjara

https://www.harianmerapi.com/peristiwa/2017/11/06/680/terbukti-ikut-pembacokan-di-dlingo-2-cah-klitih-hanya-dihukum-5-bulan

http://jogja.tribunnews.com/2018/01/10/pelaku-klitih-lempar-pengendara-mobil-pakai-batu-di-godean-si-pengemuda-luka-parah-lalu-meninggal

Tindakan klitih tentu saja mengganggu ketertiban masyarakat dan melawan nilai masyarakat Jogja yang santun. Mungkin ini juga bagian dari efek buruk anak muda yang tidak siap menerima globalisasi. Mereka tidak mampu bersaing dengan menunjukkan karya, dan hanya mengandalkan emosinya.  Ada upaya yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari pelaku klitih.

Pertama. Mintalah Pertolongan Kepada Tuhan.

Sebelum pergi meninggalkan rumah ataupun akan melakukan perjalanan, selalu awali dengan doa agar kita selalu ada dalam perlindungan-Nya. Setelah berdoa, maka kita bisa melakukan upaya-upaya lain berikut ini.

Kedua. Menghindari Area Rawan Klitih.

Area rawan klitih biasanya tempat tempat sepi yang minim penerangan di malam hari. Jika di jalan kalian merasa dibuntuti ataupun melihat segerombolan orang yang terlihat mencurigakan. Segera menepi untuk mencari tempat yang ramai oleh masyarakat.

Ketiga. Jangan Keluar Malam!

Banyak kejadian klitih yang dilakukan di malam hari, di atas jam 9 malam. Kalau tidak mendesak, jangan pulang terlalu malam. Opsi lain yang bisa dilakukan adalah menunda pulang esok hari.

Dengan tulisan ini, aku berharap para anak muda di Jogja untuk selalu menjaga nilai-nilai kesantunan yang ada di Jogja. Masa iya Jogja istimewa berubah menjadi daerah yang rawan tindakan kriminal.

Penegakan hukum yang tegas pun perlu dilaksanakan agar dapat memberi efek jera. Patroli di malam hari oleh Polisi dan keamanan masyarakat juga perlu ditingkatkan. Jangan malu untuk melapor polisi jika melihat tingkah yang mencurigakan oleh segerombolan orang.

Untuk para orang tua, yang membaca tulisan ini. Hendaklah menyayangi anak dengan sepenuh hati. Memberi perhatian lebih pada mereka, agar mereka tidak terjerumus ke dalam lingkungan pergaulan yang salah.

Semoga aksi klitih di Jogja segera teratasi ya lurrrrr

2 pemikiran pada “Apa Itu Klitih Jogja?”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: