Etika di Jogja : Turun Kendaraan Dulu, Kemudian Boleh Bertanya

Tetap saja ada orang yang kesasar walaupun sudah pakai maps. Wajar, teknologi secanggih apapun pasti ada kurangnya. Maps yang ada kadang belum mencakup gang maupun jalanan sempit. Menggunakan maps di daerah pedesaan pun akan lebih sulit karena ketidaktahuan kita. Walhasil, perlu untuk perlu bertanya kepada warga sekitar supaya sampai tujuan.

Walaupun sudah lama tinggal di Jogja, tetap saja ada jalan jalan yang belum aku hafal. Apalagi di daerah Kulon Progo maupun Gunung Kidul yang sedang ngehitz destinasi wisatanya. Kalau tidak pergi bareng teman-teman, rasanya aku akan kesulitan menemukan jalan hehe..

Warga Jogja di pedesaan pada umumnya bersikap santun kepada orang lain. Ramah. Saat menginjak semester 2, aku pernah mengunjungi salah satu rumah warga di Kulon Progo. Maksud kami datang hanya melakukan survey untuk mengadakan kegiatan Qurban. Ternyata sambutannya luar biasa. Ada jamuan berupa gorengan hangat, dan sebelum pulang kami diberi makan malam. Rejeki anak sholeh hehe.

Begitu pula sambutan masyarakat di Desa Sureng, Gunung Kidul saat aku mengikuti kegiatan SOREM (Study on Rural Empowerment) semacam kegiatan live in di rumah warga. Kami disambut hangat dan merasakan betul bagaimana akrabnya masyarakat desa. Modal sosial yang perlahan luntur di kalangan masyarakat perkotaan.

Di hari pertama, Pak RT sempat berceletuk mengenai apa yang ia kurang suka dari orang-orang kota.

“Wong plesir seko kota kae kurag tata kramane mas. Lha wong takon dalan kok ra mudhun seko mobil. Yo tak bablaske ben mubeng mubeng”

Terjemahnya kira kira begini..

“Orang yang berwisata dari kota itu tata kramanya kurang mas. Masa mereka bertanya jalan tapi tidak turun dari mobilnya dulu. Ya aku sasarin biar muter muter”.

Kesannya jahat ya.. tapi perlu dipahami bahwa setiap masyarakat punya nilai nilai yang mereka pegang.

Buat kalian yang akan plesir ke Jogja, dan kebetulan kesasar serta ingin bertanya jalan pada masyarakat sekitar. Ada baiknya berhentikan kendaraan dan turun sebentar. Dibuka juga helmnya. Sapa warga sekitar. Barulah mengutarakan kebingungan kalian hehe. Dengan begitu setidaknya warga sekitar akan menaruh hormat pada kalian walaupun sebelumnya belum kenal.

-TufiddinBlog

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: