Yang Sering Terlupa : Pentingnya Pertanian Bagi Sebuah Negeri

Orang bilang uang dapat membeli segalanya, ia dapat membeli kekuasaan, barang-barang mewah, bahkan hukum. Tapi untuk memperoleh makanan, perlu proses dan tidak langsung jadi. Tidak seperti barang-barang industri yang bisa diproses selama ada bahan baku. Seperti kendaraan, mesin-mesin, bahan kimia, dsb. Makanan pokok seperti beras dan gandum memerlukan waktu cukup lama dari menanam hingga panen.

Padi contohnya, ia butuh sekitar 3 bulan dari mulai menebar benih hingga siap dipanen gabahnya. Gabah pun masih harus menjalani tahap selanjutnya, seperti dijemur lalu giling untuk menjadi beras. Kemudian ia didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkannya, lalu dimasak dan jadi makanan siap santap. Di daerah dengan tanah kurang subur, siklus hidup padi akan lebih lama dan produktifitasnya tidak sebaik di tanah yang subur.

Untuk memenuhi kebutuhan manusia agar tetap kenyang, dibutuhkan bahan makanan dalam jumlah banyak. Lahan pertanian yang diolah harus mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Negara yang luas wilayahnya, jika tidak mengelola lahan pertaniannya dengan baik, produksi pangannya tidak bisa mencukupi kebutuhan penduduknya. Terlebih bagi negara yang lahan pertaniannya terbatas. Situasi seperti ini akan menyebabkan melonjaknya harga, kelangkaan, bahkan keributan massa. Karena manusia yang lapar akan melakukan apapun untuk mengisi perutnya. Jangan heran ada negara yang mengimpor bahan makanan, bahkan membuat perjanjian impor agar negara eksportir tetap mau mengekspor bahan makanan mereka. Tujuannya satu, agar penduduknya tidak kelaparan.

Maka uang bukanlah segalanya di bidang pangan. Ada uang namun tidak ada yang menjual bahan makanan ya sama saja. Ada negara yang dikaruniai Tuhan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mumpuni. Dengan itu mereka bisa menghasilkan bahan makanan yang mencukupi untuk beberapa bulan bahkan tahun. Negara-negara seperti ini biasanya akan didekati oleh negara yang lahan pertaniannya terbatas.

Sejauh ini, bahan makanan tetap perlu untuk dibudidayakan. Manusia masih membutuhkan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Keduanya perlu proses untuk berkembang hingga siap dimanfaatkan oleh manusia. Selama manusia butuh makan, lahan pertanian harus tetap ada.

Mensyukuri Lahan Pertanian Di Indonesia

Makanan pokok penduduk Indonesia adalah nasi. Dulunya, masyarakat kita punya “pangan pokok lokal” di masing-masing daerah. Namun sekarang kebanyakan mengonsumsi nasi dan roti. Ricepedia.org melansir bahwa di tahun 2009, konsumsi beras penduduk Indonesia sekitar 122 kg/kapita/tahun. Sangat banyak, jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya seperti Jepang, Tiongkok, dan Malaysia yang berada dibawah 100 kg/kapita/tahun. Selain itu, penduduk kita mulai menyukai roti. Yang bahan bakunya tidak ditanam di negara kita, gandum. Makanya angka impor gandum kita terus meningkat biayanya, impor gandum butuh triliunan rupiah loh!

Lahan pertanian sawah di Indonesia berkisar di angka 8-10 juta hektar. Produksi padi nasional mencapai sekitar 70 juta ton, yang nantinya akan dikonsumsi 260an juta penduduk Indonesia. Maka penting bagi penduduk untuk mengetahui bahwa selama ini perut mereka bisa kenyang, karena ada jasa petani “yang masih mau menanam”. Kita juga mesti bersyukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan kita tanah Jawa yang subur. Karena puluhan juta ton beras diproduksi di Pulau Jawa. Sayangnya, Pulau Jawa begitu cantik, memikat penduduk Indonesia untuk tinggal disini. Maka lahan pertanian yang subur itu harus mengalah dengan gedung yang akan berdiri, rumah yang akan ditinggali, dan jalan-jalan yang dilalui.

Peduli Pertanian

Jika kita tak peduli dengan urusan pertanian. Maka bencana kelaparan akan bisa dengan mudah hadir di depan mata. Sudah saatnya kita memikirkan untuk memproduksi makanan kita sendiri. Dengan menanam sayur-mayur di lingkungan rumah misalnya. Sedikit tidak apa-apa, semangat menanamnya yang harus dihadirkan dalam diri.

Maka buat para pemuda yang akan masuk dunia kuliah, jangan pandang remeh pertanian. Karena ada banyak hal yang dipelajari di sini. Tentang alam, manusia, dan tantangan yang dihadapi. Tentu saja kita tidak ingin anak cucu kita mengalami bencana kelaparan di beberapa puluh tahun kedepan kan?

Hidup Pertanian Indonesia!

Satu pemikiran pada “Yang Sering Terlupa : Pentingnya Pertanian Bagi Sebuah Negeri”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: