Agar Tidak Menjadi Penyesalan

TufiddinBlog – Menurut KBBI kata sesal berarti perasaan tidak senang (susah, kecewa, dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya). Penyesalan datang di akhir, setelah sesuatu dilakukan.

Penyesalan kadang hadir sebagai rasa yang menyesakkan dada. Terkadang rasanya seperti mati langkah untuk bangkit kembali.

Namun ada tanda baik dibalik penyesalan. Orang menyesal minimal tahu dimana letak salahnya, dan apa yang seharusnya dilakukan. Ada kemauan ingin memperbaiki, tapi kondisi berkata lain. Semuanya telah terjadi.

Lalu, bagaimana agar tak menyesal? Atau minimal mengurangi risiko akan menyesal kemudian?

Seorang muslim tak selayaknya berkata “andai dulu aku begini.. begitu”. Karena sejatinya yang telah dilewati sudah ditakdirkan Allah.

Namun ada cara untuk mengurangi penyesalan. Kuncinya adalah : memohon pertolongan-Nya dan berbaik sangka pada-Nya.

Sebelum berbuat sesuatu, mohonlah pertolongan pada Allah. Agar diberi petunjuk dan dilancarkan urusan Anda. Banyak orang yang keliru, langsung memutuskan sesuatu, tanpa meminta pertolongan terlebih dahulu. Contohnya ketika seorang sakit, maka hendaknya berdoa kepada Allah dahulu, kemudian baru berikhtiar dengan berobat.. Karena yang berkuasa mendatangkan dan mencabut penyakit adalah Allah.

Setelah berikhtiar dengan baik, maka selanjutnya adalah bertakwa kepadaNya. Percaya bahwa segala sesuatu telah dijamin olehNya.

Jika hasil berbeda dengan rencana, maka berbaik sangkalah kepada Allah. Tak perlu berlama-lama menyesal. Karena Dia yang mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Nasihat ini memang sulit untuk dipraktekkan. Maka dalam melaksanakan hal ini pun kita juga perlu memohon pertolongan kepadaNya.

Penyesalan di dunia masih bisa menghasilkan perbaikan..

Penyesalan di akhirat tak ada gunanya lagi..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: