Pak Ogah Kesal, Topinya Dilempar

Pak Ogah, sebutan bagi orang yang tergerak hatinya mengatur lalu lintas di jalan. Berpanas-panasan, sesekali kehujanan. Demi menyebrangkan orang yang sudah menunggu lama. Atau lebih tepatnya melakukan terapi “sabar” pada pengendara yang tak sudi berbagi jalan.

Di simpang tiga depan PLN Jalan Kaliurang, ada Pak Ogah baru. Biasanya mas mas masih muda yang jadi Pak Ogah. Sejak selasa lalu, bapak bapak beneran yang jadi Pak Ogah.

Namun Pak Ogah baru ini nampaknya belum berpengalaman. Masih kalah ngotot dengan pengendara yang ingin jalan terus. Tanpa mau tahu dari arah timur ada yang antre menyebrang jalan. Beberapa kali pemotor lolos melaju, meski Pak Ogah sudah mengacungkan sebatang tongkat kayu. Pak Ogah kesal.

Hari kamis lalu, Pak Ogah baru masih ada di sana. Nampaknya ia masih tahan dan pengen jadi Pak Ogah beneran. Eee banyak pemotor yang lolos lagi melaju kencang, setelah bermanuver menghindari Pak Ogah.

Aduh, dongkol hati Pak Ogah ini, topi hitamnya dilempar ke atas. Sembari meneriakkan umpatan yang sayup sayup terdengar dari dalam mobil. Beruntung topinya tidak nyangkut di atas mobil yang saya tumpangi. Nanti ia tambah dongkol, karena sopirnya akan tancap gas, lalu Pak Ogah kehilangan topi 😋

Terima kasih Pak Ogah. Sudah mau merelakan diri untuk membantu menyebrangkan. Mengajari untuk mengalah. Di saat orang lain sibuk mengutuk semrawutnya jalan, yang dipenuhi kendaraan milik mereka.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: