Writer Block

Butuh banyak membaca sebelum bisa menulis dengan baik. Bacaan akan melengkapi wawasan dan mendukung tulisan.

Namun, menulis tak melulu perlu banyak membaca dahulu. Berbagi pengalaman misalnya, tidak perlu repot repot dicarikan berita atau artikel pendukungnya. Disampaikan saja, dengan runut dan jelas. Sesuai gaya bahasa yang disuka.

Di periode UTS ini banyak waktu luang. Jika dikomversikan, bisa jadi banyak tulisan di blog. Tapi kenyataan berkata lain. Saat di depan layar, selalu saja apa yang dulu menjadi ide di kepala. Tiba tiba menguap. Sulit dipanggil kembali.

Apakah ini yang dinamakan writer block?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: