Smartphones Screen Are Getting Bigger : Batas yang Semakin Hilang

Bigger isn't always better.

Dahulu, Android pada umumnya dan iPhone generasi awalnya ukuran diagonalnya tak mencapai 4 inch. Itu cerita lama, sudah lebih dari 5 tahun berlalu. Mulai tahun 2017, smartphone kebanyakan sudah memiliki layar dengan diagonal lebih dari 5 inchi. Semakin besar, semakin nyaman dipandang, tidak nyaman digenggam dengan satu tangan.

Makin meleburkan batas, mana smartphone mana tablet. Karena ketika saya menjejerkan tablet 7 inch saya dengan Galaxy Note 8, ukurannya tak jauh berbeda.

Layar Penuh

Fullview display, infinite display, atau apalah namanya. Yang rasio layarnya memanjang. Mulai menjadi tren. Tombol home fisik dihilangkan, diganti dengan navigasi di dalam layar dan gestur. Bagian depan dipenuhi layar. Tujuannya : mendapatkan ukuran layar yang luas namun bodi hape tidak ikut bertambah bongsor.

Hadirnya Poni alias Notch

Karena pabrikan ingin membuat layar yang penuh, tentu mereka akan dipusingkan dimana tempat untuk menaruh kamera, speaker telpon, dan sensor-sensor lain. Maka hadirlah notch, yang dulunya kurang disambut positif. Namun malah menjadi tren.

Hasil gambar untuk 1st notch phone

Digenggam Satu Tangan

Menurut saya, smartphone yang layak dibeli adalah yang nyaman dipakai dengan 1 tangan. Diagonal layarnya tidak sampai 6 inch. Layar besar-besar terlalu berisiko untuk cacat karena saya sering mengantongi smartphone di saku celana.

Pesan Untuk Produsen 

Hadirkanlah produk yang nyaman bagi user yang suka smartphone dengan ukuran yang compact. Nyaman digenggam dengan satu tangan, juga aman disimpan di dalam saku. Memproduksi layar besar boleh lah, namun sediakan juga versi mininya. Seperti Xperia yang menghadirkan versi compact, atau seperti Samsung yang menyediakan S3 Mini.

Kalau kamu, suka smartphone layar yang besar, sedang, atau kecil? 🙂

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: