“Rumah Baru”

“Rumah Baru”

Alhamdulillah tercapai sudah salah satu keinginanku; punya blog self hosted.
Sudah sejak SMA aku ngeblog di WordPress.com . Layanan blog gratis dari WordPress. Bagi yang belum tahu, WordPress adalah blogging tools, alat untuk ngeblog. Blog yang dibuat, akan beroperasi di sebuah server. Kalau masih menumpang di wordpress.com, maka alamat blog akan diberi embel-embel .wordpress.com , kecuali Anda membeli upgrade untuk mendapatkan .com .

tufiddinblog.wordpress.com sudah sejak SMA numpang di server wordpress. Artikelnya 150an. Sudah dikunjungi lebih dari 200 ribu kali. Sudah punya puluhan follower dan kunjungan harian di sekitar 300 views.
Lalu, apa yang terjadi saat blog beralih menjadi self hosted?

Ibarat berpindah rumah, begitu sederhananya. Artikel dari blog lama, akan saya pindahkan ke rumah barunya. Beralih menjadi self hosted artinya saya menyiapkan rumah baru untuk konten-konten di blog lama saya. Saya harus menyewa domain (alamat blog) agar alamatnya bisa menjadi .com , juga menyewa server yang bisa dibayarkan bulanan maupun tahunan. Nantinya blog akan beroperasi di server (hosting) itu, dan bisa diakses melalui domain yang sudah disewa.

Apa Kelebihan WordPress Self Hosted?
1. Bisa upload tema wordpress, baik dari download atau tema yang dibuat sendiri
2. Punya kendali penuh terhadap blog
3. Bisa dipasangi iklan 😀

Apa Yang Harus Diperhatikan Setelah Beralih ke Self Hosted?
1. Konten yang diimpor dari blog lama, belum tentu terimpor dengan baik. Beberapa gambar ada yang tidak muncul.
2. Kehilangan follower. Yap, karena rumahnya baru, maka pengikutnya juga dihitung dari nol. Baiknya, di blog lama dibuat posting pemberitahuan, agar follower lama bisa mengikuti alamat blog kita yang baru.
3. Kehilangan pengunjung. Belasan artikel di blog lama saya sudah menempati halaman pertama google. Setelah pindah, artikel itu akan hilang dari halaman pertama google. Jadinya saya harus kerja keras untuk membuat artikel yang berkualitas agar bisa masuk halaman pertama google dan mendatangkan pengunjung :’D

The Mistakes

Kesalahan saya saat menulis di TufiddinBlog dahulu adalah :
1. Artikel gado-gado. Apa saja yang ada di dalam kepala, kemudian saya tulis. Blog jadi tidak punya karakter, dan pembaca pun pasti bingung “Blog apa sih ini?”
2. Nama kepanjangan, tufiddinblog.wordpress.com menurut saya terlalu panjang. Menyulitkan saat mengetik, bahkan mengucapkannya ketika ditanya teman.
3. Tidak rutin posting. Posting mengikuti mood dan kesibukan hahaha.

Fokus ke Depan

Ada beberapa hal yang saya jadikan batasan saat menulis, agar tulisan blog ini tidak gado-gado lagi :
1. Mild (Artikel ringan)
2. Pengalaman organisasi / kegiatan / volunteering.
3. Diikutkan lomba
4. Selingan berupa review produk dan tutorial blogging.

Sajak-sajak, cerpen, atau seutas kutipan, tidak menjadi fokus dari blog ini. Asumsi saya, jika dibuat batasan maka saya akan bisa lebih fokus dalam membuat artikel.

Harapannya, blog ini bisa berkembang dan menjadi sarana silaturahim dengan kawan-kawan sekalian. Ohiya, setiap 3 bulan, akan ada Summary terhadap perkembangan blog ini. Sebagai sarana memantau perkembangan blog.

Have a nice day! 🙂

2 pemikiran pada ““Rumah Baru””

  1. wah selamat mas atas rumah barunya
    sebenarnya dengan plugin jetpack, kita bisa memindahkan follower blog lama ke blog yang baru kok..
    dan btw lagi, aku mau follow blog baru, tapi nggak nemu tombol follownya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: