Adik yang Ogah Dilupakan, Ponsel yang Bisa Jadi Teman!

Adik yang Ogah Dilupakan, Ponsel yang Bisa Jadi Teman!

Nostalgia Saya dengan ASUS 320px-ZenFone_Logo

ASUS sudah kondang membuat komputer dan laptop. Juga ponsel. Sebelum mereka eksis dengan Zenfone seriesnya, ASUS sudah punya PDA dan tablet.

Beberapa tahun lalu ASUS Zenfone hadir dengan prosesor Intel. Membuat heboh pasar. Apalagi spesifikasi dan kameranya oke banget, kala

itu. Dengan harga yang terjangkau pula. Berhasil membuat saya menjajal semua ponsel Zenfone seri awal, saking penasarannya.

Asus-Zenfone-Series.png

Zenfone 4, 5, dan 6. Semuanya pernah saya pakai sebagai daily driver. Secara umum, ASUS punya UI yang menarik saat itu. Fiturnya lengkap. Memudahkan pengguna. Performa oke. Hanya saja, ketiganya punya dua masalah utama : baterai relatif boros dan ponsel mudah panas.

Lalu di seri-seri berikutnya ASUS memilih menggunakan prosesor lain, dan menambah kapasitas baterai. Lahirlah seri Zenfone Max, yang sejauh ini, baterainya bisa diandalkan untuk kegiatan dari pagi sampai petang.

Seri ASUS terakhir yang saya beli adalah Zenfone 2 Laser, dan juga Zenfone Go. Sekitar 2 tahun lalu. Keduanya bukan seri Max, baterainya juga relatif boros. Namun tak sepanas yang menggunakan prosesor Intel.

Sekarang, ASUS sudah banyak berbenah. Dengan tetap mematok banderol yang masuk akal dan ramah kantong.


Mengarungi Lautan Dua-Tiga Juta

Segmen ponsel 2 sampai 3 juta adalah pasar gemuk. Produknya paling banyak mengisi etalase konter ponsel. Pemainnya pun banyak, dari berbagai merk. Di range harga yang sama, masing-masing berusaha menonjolkan fitur andalannya. Ada yang jago game, jago memotret, jago selfie, dsb. Lalu, apa yang ASUS suguhkan di range harga 2-3 jutaan?

Di segmen ini ada Zenfone Max M2 dan Zenfone Max Pro M2. Keduanya penerus Zenfone Max M1 dan juga Zenfone Max Pro M1 yang sempat menjadi hape ghoib karena susah ditemukan di toko offline!

Zenfone Max Pro M2 varian 6/64 : Rp 3.699.000,00

Zenfone Max M2 varian 3/32 : Rp 2.299.000,00

Zenfone Max M2 varian 4/64 : Rp 2.699.000,00

Harga Zenfone Max Pro M2 sudah lebih dari tiga juta. Sedangkan Zenfone Max M2 mepet ke angka dua jutaan. Lalu, dengan harga mendekati 2 juta. Apa yang ASUS berikan pada Zenfone Max M2? Apakah benar ia adalah adik yang tak ingin dilupakan, dari kakaknya yang duluan tenar?

Yuk kita cari tahu jawabannya.


Prosesornya begini…

ASUS memberikan prosesor Qualcomm Snapdragon 632 pada ponsel ini. Penerus Snapdragon 625 dan Snapdragon 626. Dengan fabrikasi 14 nm. Lebih kecil dari fabrikasi 16 nm. Implikasinya, ponsel ini akan lebih hemat daya. Qualcomm mengklaim bahwa performa gamingnya juga meningkat.

Infografis by Qualcomm SD632
Snapdragon 632 menawarkan baterai yang lebih awet dan juga performa game yang lebih smooth.

Performanya masih di atas Snapdragon 625 dan 626. Namun belum sejago kakaknya yang punya banderol lebih mahal, Si Zenfone Max Pro M2 yang menggunakan Snapdragon 660.

Om Yahya Kurniawan pada artikelnya sudah melakukan test Antutu pada Zenfone Max M2, hasilnya luar biasa. Di atas 100 ribu. Sangat baik untuk ponsel dua jutaan.

Pastinya ponsel ini cocok untuk bermain game-game ringan hingga menengah. Game berat pun bisa namun setting grafiknya akan menyesuaikan sendiri. Merupakan pilihan untuk gamer dengan budget terbatas, atau orang tua yang sedang bingung membelikan ponsel untuk putra-putrinya (yang suka bermain game).


Pure Android Oreo 8.0

Kabar bagus. Dengan sistem operasi Pure Android Oreo 8.0, beban kerja sistem akan lebih ringan karena tidak banyak bloatware. Selain itu update software akan lebih cepat didapat. Dan tentunya kinerja ponsel akan lebih stabil.

Kalau bosan dengan tampilan pure Android, Anda bisa melakukan kostumisasi dengan aplikasi yang banyak tersedia di Play Store.


Layarnya tampil sederhana..

Punya bentang diagonal layar 6,3 inch. Tentu ponsel ini kurang nyaman jika dipakai satu tangan. Namun akan sangat cocok untuk gamer karena pandangan akan lebih luas. Rasio layar IPS ini sudah kekinian 19 : 9, dengan poni di bagian atas. Adanya poni ini untuk tempat kamera dan speaker telinga.

Zen Max M2.JPG

Resolusi layarnya belum setajam silet. Eh, maksud saya belum setajam kakaknya Zenfone Max Pro M2. Resolusinya HD+ , masih wajar mengingat harganya.

Jangan khawatir para gamers, justru resolusi layar HD+ akan meringankan kerja prosesor karena lebih sedikit pixel yang perlu ditangani. Efeknya akan bisa meningkatkan performa gaming dan juga daya tahan baterai.

Dengan begitu, panas yang dihasilkan bisa dikurangi.


Kameranya ada dia.. eh ada dua!

Zenfone Max M2 punya dua kamera belakang. Kamera utama 13 MP dan kamera kedua 2 MP untuk depth sensing. Kamera utama punya bukaan f 1.8 , apa artinya? Semakin kecil nilai f akan semakin banyak cahaya yang bisa masuk. Foto akan semakin terang. Kamera kedua bertugas memberi efek bokeh alias background blur ala DSLR. Di depan, ada kamera selfie beresolusi 8 MP.

Zen Max M2 Banner.JPG

Tidak adanya OIS (optical image stabilization), membuat Anda harus stabil saat mengambil gambar dan video agak tidak goyang. Namun hal ini tidak masalah, karena kebanyakan ponsel yang bukan flagship juga belum dilengkapi OIS.

Kabar baiknya, setelah update software, kamera belakang disertai fitur EIS. Yang dapat menstabilkan gambar saat merekam video. Keren kan?


Baterai 4000 mAh, Gede Bro. Kurang gede? Pakai powerbank 😀

dblbmu0-ee73ce57-09d9-40d1-8b3c-b983f82e165c

Baterai dengan kapasitas sebesar itu bisa diandalkan untuk bermain game dengan waktu yang lebih lama. Dibanding ponsel-ponsel lain yang baterainya baru berkisar di 3000an mAh. Inilah kenapa ASUS memberi nama Max pada Zenfone. Karena kapasitas baterainya besar!

Saya bukan seorang gamer di ponsel. Baterai 4000 mAh sudah bisa menemani kegiatan saya dari pagi sampai malam. Tapi jangan lupa di cas ya sebelum tidur. Karena baterai yang besar butuh waktu cas yang lebih lama tentunya.


Banyak Slot. Memang Seharusnya Begitu!

M2.JPG

Nah ini kabar bahagia. Ponsel ini bisa mengakomodasi dua nano simcard dan satu micro SD. Tentu lebih fleksibel untuk memilih dua operator, dan juga mengakomodasi kebutuhan penyimpanan yang lebih banyak. Gak takut kehabisan memori lagi deh!


Teman yang Baik.. Bukan Friendzone

Pada akhirnya. Bagi saya, ponsel ini masuk kriteria untuk menjadi teman baik menemani hari-hari. Baterainya besar. Prosesornya hemat daya. Buat ngegame bisa. Skor Antutu tidak malu-maluin. Sudah dual kamera. Banderolnya dua jutaan aja. Sebuah paket lengkap yang hemat dari ASUS!


Kepoin Spesifikasi ASUS 320px-ZenFone_Logo Max M2

Zenfone Max M2 Spesifikasi.JPG

Credit to : GSMArena.com

Gallery 320px-ZenFone_Logo Max M2


Bahan bacaan
Asus Indonesia : Zenfone Max M2
GSMArena : Asus Zenfone Max M2
Qualcomm : Snapdragon 632 Mobile Platform
Yahya Kurniawan : Review Zenfone Max M2: Melanjutkan Tradisi Baterai Badak

Satu pemikiran pada “Adik yang Ogah Dilupakan, Ponsel yang Bisa Jadi Teman!”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: