Service Samsung Galaxy Tanpa Nota Pembelian (Pengalaman)

Service Samsung Galaxy Tanpa Nota Pembelian (Pengalaman)

Saya sempat khawatir, tanpa nota pembelian, apakah ponsel masih bisa di klaim garansi? Akhirnya saya temukan jawabannya. Melalui pengalaman sendiri.

Ponsel ini Galaxy J2 Prime, adalah ponsel hadiah. Masih segel. Di dalam dusbox isinya lengkap : buku petunjuk, kartu garansi, charger, ponsel, dan headset. Hanya saja, tak ada nota pembelian.

Begitu saya nyalakan. Untuk pertama kalinya. Mata langsung autofokus ke layar. Waduh,  ada deadpixels yang lumayan besar (lupa tidak saya foto). Seketika kepikiran, saya service sendiri atau dibawa ke Samsung Service Centre ya. Karena tidak ada nota pembeliannya.

Melihat harga set  layar J2 Prime original yang lumayan mahal, sekitar 700 ribuan (termasuk ongkos pasang), saya beranikan untuk ke Service Centre Samsung di Jalan Kaliurang, Jogja. Siapa tahu bisa klaim. Bisa berhemat ratusan ribu.

Hari senin saya meluncur ke sana. Kantornya buka dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Sebelum bertemu customer servicenya, saya ambil nomor antrean, di sebelah kiri pintu masuk. Di mesin itu sudah ada pilihan : service, ambil unit, atau pembelian aksesoris. Di service centre ini tidak hanya melayani perbaikan ponsel. Juga melayani perbaikan perangkat elektronik Samsung yang lain, serta penjualan aksesoris.

Akhirnya panggilan tiba. Setelah menunggu sekitar 5 menit.

Saya jelaskan ke Mbak CS. Ini ponsel hadiah. Tidak ada notanya. Apa bisa klaim garansi? Karena masih segel mesinnya. Baru dibuka kemarin Minggu.

Ternyata bisa! Kalau tidak ada nota, mereka akan cek mealui serial number ponsel.

Bahkan saya hanya diminta untuk menyerahkan ponsel dan baterainya saja. Casing dibawa pulang. Kartu garansi pun tidak ditanyai.

Sebelum diperbaiki, saya diminta menunggu di sini. Mereka melakukan install ulang firmware. Untuk melihat apakah masalahnya masih ada atau tidak. Setelah menunggu sekitar 30 menit, saya dipanggil lagi. Saya cek, layarnya masih memunculkan deadpixels.

Lalu saya serahkan lagi untuk diservice. Kata mbaknya, perbaikan baru dikerjakan setelah sparepart tiba, sekitar 3 sampai 4 hari.

Saya dimintai no telpon untuk dihubungi jika service sudah selesai.

Akhirnya, Jumat siang saya dapat pesan SMS bahwa unit sudah jadi dan bisa diambil.

Setelah shalat jumat saya meluncur ke sana.

Layar ponsel diganti dengan yang baru, dan garansinya masih jalan sampai dengan Desember 2019.


Di antara jutaan unit ponsel yang diproduksi, pasti ada yang mengalami malfungsi. Kebetulan saya dapat yang malfungsi. Baru dinyalakan, layarnya ternyata rusak. Namun, Samsung sudah mengatasinya dengan baik. Melalui pemberian layanan garansi yang mudah dan cepat prosesnya. Terima kasih Samsung! Gak nyangka euy ternyata bisa service tanpa nota pembelian. Hahaha


Catatan :

  1. Samsung hanya melayani perbaikan dan klaim garansi produk resmi yang beredar di Indonesia. Misalkan Anda punya perangkat Samsung “Ex-Inter”, akan ditolak servicenya.
  2. Back-up data-data penting di ponsel sebelum diservice. Karena biasanya akan dilakukan install ulang firmware yang membuat data Anda hilang.

2 pemikiran pada “Service Samsung Galaxy Tanpa Nota Pembelian (Pengalaman)”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: