“Sabar Menanti” : Migrasi Siaran TV ke Digital

“Sabar Menanti” : Migrasi Siaran TV ke Digital

Setahun lalu saya menyarankan orang tua untuk beli TV baru. Menggantikan TV Samsung kotak yang berat itu, sudah belasan tahun menemani.

Kami mengunjungi toko elektronik besar di Jalan Magelang. Memasuki pintu utama, sudah disajikan display ponsel flagship seharga belasan juta, di sisi-sisinya ada TV yang layarnya besar-besar. Jadi bikin mupeng kann..

Saya ingin mencari TV yang agak besar layarnya. Namun tetap muat di meja TV. Pilihan Jatuh ke LG TV 32 inch. Yang biasa, bukan Smart TV, toh di rumah belum ada koneksi Wifi. Masa nonton TV harus tethering dari modem atau ponsel.. Jika di rumah Anda ada koneksi internet, jenis Smart TV layak untuk dipertimbangkan.

Selain itu, yang pasti TV ini sudah built in dengan receiver TV digital, karena sudah support “Digital Video Broadcasting – Second Generation Terrestrial alias DVB-T2. Program menkominfo adalah kampanyenya migrasi ke TV Digital. Ayo warga Indonesia, bersiap untuk migrasi ke TV digital. Saya sambut baik niat itu.

Namun sayang belum semua TV yang populer di masyarakat melakukan siaran secara digital. Padahal di negara-negara lain sudah lama mengadopsi siaran digital, meninggalkan analog.

TV Digital keunggulannya lebih banyak. Suara dan gambarnya lebih jernih. Bisa support resolusi sampai Full HD. Saat hujan pun, gambarnya tidak mudah kabur. Atau terjadi perang semut tiba-tiba. Coba simak kutipan yang saya ambil dari website Kementrian Komunikasi dan Informasi :

Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Lain halnya dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi. Singkat kata, penyiaran TV digital hanya mengenal dua status: Terima (1) atau Tidak (0). Artinya, apabila perangkat penerima siaran digital dapat menangkap sinyal, maka program siaran akan diterima. Sebaliknya, jika sinyal tidak diterima maka gambar-suara tidak muncul.

Dengan siaran digital, kualitas gambar dan suara yang diterima pemirsa jauh lebih baik dibandingkan siaran analog, dimana tidak ada lagi gambar yang berbayang atau segala bentuk noise (bintik-bintik semut) pada monitor TV. Pada era penyiaran digital, penonton TV tidak hanya menonton program siaran tetapi juga bisa mendapat fasilitas tambahan seperti EPG (Electronic Program Guide) untuk mengetahui acara-acara yang telah dan akan ditayangkan kemudian. Dengan siaran digital, terdapat kemampuan penyediaan layanan interaktif dimana pemirsa dapat secara langsung memberikan rating terhadap suara program siaran.

Ya saya harapkan Kementrian Komunikasi dan Informasi segera menyeriusi migrasi ke TV Digital ini. Agar kualitas siaran publik tidak kalah dengan TV yang berbayar. Bisa sama-sama jernih.

Masyarakat perlahan pasti akan menyambutnya. Seperti orang yang mau membeli ponsel 4G, untuk mencicipi jaringan 4G. Siaran digital diharapkan juga begitu. TV yang belum support siaran digital, dapat menggunakan set up box dan antena yang mendukung siaran digital. Kalau Anda sudah punya TV yang support siaran digital. Tinggal membeli antena digital. Bagi Anda yang berdomisili Jogja, arahkan antena ke Patuk. Karena pemancarnya ada di sana.

TV Digital jernih - tufiddindotcom
Gambar jernih kualitas HD
Siaran Digital Jogja - Tufiddindotcom
Daftar Siaran Digital Jogja

Sejauh ini ada beberapa TV digital di Jogja yang sudah berhasil “ditangkap” di rumah saya :

  1. Metro TV
  2. Metro TV HD
  3. TVRI Nasional
  4. TVRI Jogja Digital
  5. TVRI 3
  6. TVRI 4
  7. NET HD
  8. Inspira TV
  9. KOMPAS TV (Tertangkap, namun tidak ada tayangan)
  10. Nusantara TV
  11. tvMu (TV Muhammadiyah)
  12. TA TV
  13. Tegar TV

Channel populer lainnya belum siaran secara digital.

Padahal sudah saya tunggu-tunggu lhoh. Biar bisa lihat ILC dan Moto GP dalam resolusi HD. Di daerah kamu, bagaimana?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: