Beli Ponsel Saat Harganya Turun Drastis : Samsung J7 Duo 2018

Tufiddincom Galaxy J7 Duo Cover.jpg

Ponsel Samsung J7 Duo dirilis bulan Mei tahun 2018 lalu dengan harga 3,7 juta. Masihkah layak beli untuk tahun ini?

Pertengahan Mei 2019 lalu saya membelinya di sebuah marketplace saat harganya sudah turun menjadi 1,55 juta rupiah. Itupun saya masih mendapat cashback 10%. Ongkos kirim dari Jakarta ke Jogja senilai 22 ribu rupiah, plus biaya asuransi yang tidak mencapai 10 ribu rupiah. Sekitar tiga sampai empat hari barang diantar sampai ke rumah.

Pada umumnya, ponsel termasuk barang yang harganya mudah sekali turun. Kalau ada ponsel baru saya tidak cepat-cepat beli. Menunggu dulu beberapa waktu. Biasanya akan ada promosi atau malah turun harga. Seperti J7 Duo ini. Bayangkan, harganya turun lebih dari separuhnya hanya dalam waktu setahun.

Pertimbangan saya memilih ponsel ini adalah :

  1. Layarnya sudah memakai panel Super Amoled. Jenis layar ini sudah cocok dengan selera saya. Saturasi warnanya lebih tinggi dari jenis layar lain dan bisa menampilkan warna hitam dengan pekat dengan mematikan pixelnya.
  2. Baterai bisa dilepas. Kalau baterai rusak bisa beli lagi di service centre dan mudah dipasang sendiri.
  3. Dual kamera belakang. Hasil foto bokehnya cukup bagus.
  4. Prosesor Exynos 7885 mirip dengan Galaxy A8. Performanya gegas, game Asphalt, Mobile Legend, PUBG Mobile bisa dimainkan.
  5. Dual SIM dan tersedia slot micro SD
  6. Masih memiliki tombol home fisik yang sekaligus berfungsi sebagai fingerprint. Ini selera ya, saya lebih suka posisi fingerprint di depan daripada di belakang, sehingga tidak perlu mengangkat ponsel untuk unlock ketika sedang di taruh di atas meja.
  7. Harganya turun banyak :p

Sejauh ini kekurangan yang saya temui adalah :

  1. Speaker utama terletak di bodi belakang, sehingga saat diletakkan di meja suara ponsel akan tertutupi. Karakter speaker cenderung ngebass, treblenya kurang. Bisa diatur di pengaturan audio.
  2. Kamera depan kurang bagus dalam keadaan lowlight. Meski ada flashlight untuk kamera depan, hal itu tidak membantu banyak.
  3. Bodi belakang plastik. Ini selera sih, menurut saya sama saja bahan plastik, kaca atau metal sebab ujung-ujungnya dipakein case.
  4. Belum fast charging. Dari 10% ke 100% butuh waktu dua jam lebih sedikit untuk mengisi baterai 3000 mAh.
  5. Resolusi layar masih HD dan rasionya masih 16 : 9 alias belum kekinian.
  6. Tidak ada sensor magnetik dan sensor cahaya.

Menurut saya ponsel ini belum cukup punya daya tarik untuk kebanyakan orang pada umumnya. Sebab dari berbagai sisi tidak ada yang begitu istimewa. Namun setelah sebulan lebih memakainya, tidak ada keluhan yang berarti. Karena semua pekerjaan saya bisa diakomodasi ponsel ini. Wong cuma untuk browsing, ngeblog, scrolling timeline serta sesekali mengambil gambar. Hehehe

Tufiddincom Galaxy J7 Duo Backdoor Gold
Di belakang ada dua buah kamera, logo samsung, sebuah speaker, dan sebuah lampu flash.

Ponsel ini cocok untuk kawan-kawan yang memerlukan ponsel yang tampil kalem namun tetap bisa diandalkan untuk menghandle hal-hal basic pada umumnya. Lag sangat jarang ditemui karena RAM 3 GB dikelola dengan baik oleh UI-nya Samsung, baterai awet, layar nyaman dipandang. Kekurangan yang sangat terasa hanya pada kamera selfienya yang belum bisa dibilang bagus dan speakernya yang akan tertutup saat ponsel diletakkan. Oh iya, memori internalnya hanya 32 GB. Kalau ingin muat foto dan video lebih banyak tinggal pasang Micro SD.

Berikut sampel foto yang saya ambil menggunakan Galaxy J7 Duo, gambar hanya di-resize resolusinya, tidak ada editing warna.

Tufiddincom Galaxy J7 Duo Daylight Selfie 001
Selfie pada kondisi cukup cahaya. Fitur beauty off.
Tufiddincom Galaxy J7 Duo Daylight Selfie
Selfie pada kondisi cukup cahaya. Fitur beauty off.
Tufiddincom Galaxy J7 Duo Lowlight Selfie
Foto dalam kondisi lowlight dalam ruangan. Detail tidak bisa ditangkap dengan baik. Gambar blur karena shutter speed lebih lambat untuk mendapat lebih banyak cahaya.
Tufiddincom Galaxy J7 Duo Daylight Bokeh
Foto bokeh dengan latar belakang blur. Hasil cukup rapi memisahkan objek, namun masih ada missed di topi bagian kanan dan juga sekitar lengan kiri. Tingkat bokeh bisa diatur menggunakan livefokus.

Sekian cerita singkat dari saya. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: