5 Cara Jual Ponsel Bekas Supaya Cepat Laku

Sejak sekolah menengah atas saya sudah sering melakukan jual beli ponsel bekas. Saat itu masih tren menggunakan FJB Kaskus, OLX dan Tokobagus untuk jual beli online di Indonesia. Menjual ponsel bekas supaya cepat laku sebenarnya cukup mudah. Hanya perlu mengetahui beberapa tips, baik dalam melakukan penjualan maupun strategi memasang harga. Namun kadang kala sudah dijual dengan harga murah masih juga susah laku, padahal sedang butuh uang. Ketahui caranya supaya ponsel bekas Anda cepat laku.

Ilustrasi ponsel

Tips ini saya susun berdasarkan pengalaman melakukan jual beli ponsel bekas via online maupun offline dengan sistem COD. Pengalaman tercepat saya menjual ponsel bekas, hanya butuh 15 menit untuk mendapat pembeli. Pernah juga dalam 30 menit sudah ada pembeli datang ke rumah untuk transaksi. Pembeli akan lebih mudah datang jika ponsel Anda iklankan dengan menarik dan informasinya lengkap.

Berikut langkah-langkah yang saya terapkan supaya ponsel bekas cepat laku. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang butuh uang ataupun ingin menjual ponsel untuk ganti model terbaru.

Ingat Harga Ponsel Selalu Mengalami Depresiasi

Setelah Anda membeli ponsel baru dari toko dan baru dipakai sehari, ponsel Anda statusnya sudah menjadi “ponsel bekas”. Walaupun fisiknya masih sangat mulus. Sejak saat itu harganya sudah turun atau sering disebut mengalami depresiasi.

Depresiasi harga terjadi seiring berjalannya waktu. Semakin lama ponsel dipakai, fisik dan performanya perlahan menurun. Selain itu, kehadiran seri ponsel yang lebih baru membuat harga pasaran ponsel seri sebelumnya turun. Pahami bahwa ponsel bukanlah barang investasi yang nilainya bertambah seiring waktu. Harga ponsel bekas nilainya akan perlahan menurun.

Baca juga : Perlukah microSD Untuk Ponsel Di Tahun 2020?

Cara Menjual Ponsel Bekas Supaya Cepat Laku

Saya akan menerangkan 5 langkah menjual ponsel bekas supaya cepat laku. Saya bagi menjadi dua tahap sederhana. Tahap pertama adalah memasang harga sampai menjualnya. Tahap kedua adalah bagaimana cara menghindari pembeli PHP. Simak langkahnya di artikel ini :

1. Pasang Harga yang Tepat

Harga pasaran ponsel bekas bisa dicek melalui Grup Jual Beli di Facebook, FB Marketplace, OLX dan platform lain. Ketik seri ponsel Anda. Pantau harga terendah dan tertinggi yang ada. Ponsel yang masih mulus dan belum lama dipakai bisa dibanderol dengan harga pasaran tinggi. Ponsel yang sudah agak lama dan ada minusnya dibanderol dengan harga yang lebih rendah.

Cara menentukan harga yang tepat adalah dengan mengetahui kondisi ponsel Anda. Apakah kelengkapannya komplit? Jika ada dusbox, charger dan nota harga jualnya akan lebih tinggi dibanding ponsel batangan yang tidak memiliki kelengkapan apapun.

Hal yang biasa saya lakukan adalah memasang harga sedikit di bawah harga tertinggi pasaran. Misalnya harga Samsung A50s (4/64 GB) second adalah 3,1 juta. Saya akan pasang harga 3 juta ataupun 2,95 juta. Saya pasang sedikit lebih rendah supaya iklan saya terlihat lebih menarik. Namun jangan pasang harga terlalu rendah kecuali Anda dalam kondisi darurat / butuh uang. Harga banderol mesti tepat supaya iklan Anda akan dilirik calon pembeli. Intinya jangan memasang harga di luar harga pasaran wilayah Anda tinggal.

2. Menjual di Secara Online

Ketika menjual secara online melalui media sosial atau marketplace, berikan keterangan yang jelas mengenai kondisi ponsel yang akan dijual. Contoh platform yang sedang ramai digunakan adalah Facebook Marketplace, OLX Indonesia, dan online marketplace lainnya. Sertakan juga foto-foto pendukung, jangan hanya satu. Minimal tambahkan 3-4 foto yang menampilkan kondisi ponsel Anda. Jangan lupa memasang harga dan mencantumkan kontak aktif yang bisa dihubungi. Menjual di sosmed akan lebih mudah mempertemukan Anda dengan pembeli yang sedang mencari ponsel untuk dipakai sendiri. Sehingga nego harganya wajar, tidak terlalu rendah dibanding menjual ke konter.

3. Menjual ke Konter Ponsel

Mengapa opsi ini saya masukkan? Sesuai judul artikel, supaya cepat laku salah satunya dengan menjual ke konter. Menjual ke konter ponsel bisa lebih mudah laku. Bahkan jika ponsel Anda kelengkapannya kurang. Namun harga jualnya akan sangat jatuh dibanding harga pasaran. Karena konter ponsel juga ingin mendapatkan margin keuntungan dari penjualan ponsel bekas. Sebagai contoh, saya pernah menawarkan ponsel Lumia yang baru dibeli 2 minggu dengan harga 2 juta. Hanya ditawar 800 ribu oleh konter ponsel. Ya begitulah gambarannya. Buat sebagian orang ada yang tetap akan menjualnya karena sangat butuh uang dengan cepat.

Kalau mau dapat harga yang lebih tinggi, coba ajukan sistem titip jual. Nanti komisinya dibagi dua antara Anda dan pihak konter. Cara ini juga bisa menjadi opsi karena tidak semua konter memilih membeli ponsel Anda di awal untuk dijual lagi.

4. Tawarkan ke Kerabat dan Teman

Hal ini yang mungkin sering dilupakan saat seseorang menjual barang miliknya, termasuk ponsel. Tawarkan dulu ke kerabat dan teman-teman Anda. Pasanglah iklan di sosmed Anda seperti FB, WA, maupun IG. Barangkali kerabat dan teman Anda ada yang sedang membutuhkan, dan biasanya mereka akan nego dengan harga yang wajar. Sekaligus bisa mempererat silaturahim kan.

5. Jangan Hapus Iklan Sebelum Transaksi Selesai

Hapus iklan Anda hanya setelah ponsel laku dan transaksinya selesai. Jika sudah ada calon pembeli namun masih dalam tahap nego ataupun janjian COD, iklan jangan dihapus terlebih dahulu. Karena kadang kala ada calon pembeli yang berujung PHP, sehingga transaksi gagal. Akan merepotkan kalau Anda sudah terlanjur menghapus iklan, sehingga perlu memasang dan menyebarkannya lagi.

Baca juga : Cara Menghilangkan Semut Dari Laptop

Cara Menghindari Pembeli PHP

Setelah iklan diposting, calon pembeli akan mulai menghubungi Anda. Jual beli online itu rawan dengan PHP, sudah janji mau transaksi / COD, tapi malah tidak jadi. Kan ngeselin. Sudah booking supaya jangan dijual ke orang lain, beberapa saat kontak WA diblok. Saya sudah biasa mengalami hal seperti ini saat transaksi online. Sehingga sudah paham ciri-cirinya. Berikut cara menghindarinya :

  1. Tidak usah menanggapi penawar yang kebanyakan tanya, baik itu menanyakan detil barang maupun minta dikirimi lebih banyak foto. Iklan yang Anda pasang sudah jelas. Pembeli yang kebanyakan tanya biasanya PHP.
  2. Pembeli yang serius akan segera fokus bicara harga dan rencana transaksi. Karena dia sudah membaca iklan, sudah tahu kondisi ponsel yang dijual seperti apa.
  3. Utamakan COD di rumah / lokasi terdekat. Bilang kepada pembeli untuk COD di lokasi terdekat di jam tertentu dan ada batas waktunya. Setelah melebihi batas waktu jika dia tidak datang, segera respon tawaran pembeli lain. COD di rumah / lokasi terdekat, supaya Anda tidak perlu repot keluar rumah. Nanti pembelinya diberi diskon untuk uang bensin.
  4. Jika pembeli dari luar kota. Gunakan rekening bersama, maupun bertransaksi di online marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lain-lain. Supaya aman bagi kedua pihak.

Baca juga : Penyebab Muncul Suara Gemericik Dari Belakang Ponsel

Bagaimana Jika Ponsel Tidak Kunjung Laku?

Langkah di atas tidak sepenuhnya menjamin ponsel pasti laku. Namanya juga berdagang, tren minat pembeli juga perlu diperhatikan. Mengingat hampir tiap bulan ada ponsel baru, sehingga ponsel yang dirilis beberapa bulan lalu sudah kelihatan jadul dan harga jualnya jatuh. Namun jangan khawatir, Anda bisa menurunkan harga jual ponsel bekas Anda supaya lebih dilirik calon pembeli, dan juga menyebarkan iklan ke lebih banyak platform.

Itulah cara yang saya terapkan ketika jual beli ponsel bekas. Secara ringkas, hal yang dilakukan adalah mengetahui kondisi ponsel untuk menentukan harga yang bersaing, memasang iklan dengan deskripsi dan foto lengkap, sebarkan iklan ke banyak tempat, lalu pilih-pilih calon pembeli dengan cermat. Biasanya kurang dari seminggu ponsel sudah akan laku.

Tinggalkan komentar