Apakah Always On Display (AOD) Boros Baterai?

Salah satu fitur berguna di hape Samsung Galaxy adalah Always On Display atau sering disebut AOD. Dengan AOD, layar hape masih bisa menampilkan informasi penting saat hape sedang terkunci. Seperti gambar di bawah ini, AOD bisa menampilkan tanggal, jam, acara terdekat, persentase baterai dan juga ikon notifikasi.

Always On Display A8 Star
AOD di Samsung A8 Star

Fitur AOD bagi Samsung pertama kali diluncurkan pada Samsung Galaxy S7. Kemudian diadopsi oleh seri-seri flagship selanjutnya dan beberapa seri A serta seri J juga ada yang memiliki fitur AOD.

Cara Kerja Always On Display (AOD)

Bagaimana cara kerja AOD? Ini hal yang sering ditanyakan oleh banyak pengguna Samsung. Sesuai dengan namanya Always On Display artinya layarnya menyala terus. Namun tidak semua bagian layar yang menyala. Hanya sebagian saja.

Layar hape terdiri dari jutaan pixel di dalamnya. Saat AOD menyala, hanya pixel yang menampilkan gambar dan tulisan yang menyala. Sisanya mati / tidak aktif sehingga tidak menggunakan daya.

Hal ini bisa dilakukan karena fitur AOD hanya tersedia untuk layar berjenis AMOLED. Pada Samsung namanya Super AMOLED. Pada merk lain juga ada fitur AOD asal layarnya sudah berjenis Amoled.

Karena pada layar AMOLED setiap pixel bisa menyala secara independen. Tidak butuh backlit seperti layar lainnya. Hal ini bisa sobat bandingkan saat menampilkan warna hitam. Di layar AMOLED, warna hitam akan ditampilkan dengan mematikan pixel. Sehingga warna hitamnya pekat karena layarnya mati.

Kalau di layar lain, walau sudah menampilkan warna hitam, backlitnya masih menyala sehingga yang tampak warna abu-abu. Bukan hitam pekat.

Baca juga : Cara Mengubah Ukuran Keyboard Samsung

Apakah AOD Menguras Baterai?

Jawaban singkatnya : pasti akan menguras baterai karena ada bagian layar yang menyala. Namun seberapa banyak baterai yang terkuras, akan menjadi bahasan yang menarik.

Tentu saat menggunakan AOD penggunaan daya baterai akan lebih meningkat. Karena ada bagian layar yang menyala. Berbeda jika AOD dimatikan tidak ada tampilan layar, pastinya lebih hemat baterai.

Apa Saja Yang Mempengaruhi Penggunaan Daya AOD?

Kalau sobat perhatikan, walaupun sedang dinyalakan, AOD juga bisa melakukan hemat daya dengan cara mematikan layar. Supaya tidak bingung saya contohkan seperti ini :

Ketika sobat masukkan hape ke saku, atau membalikkan hape sehingga layarnya tertutup, beberapa saat kemudian AOD sebenarnya akan dimatikan untuk hemat daya. Nanti AOD akan kembali tampil saat hape diangkat atau dibalikkan.

Saat sobat menutupi sensor cahaya (ambient light sensor) yang biasanya ada di atas layar, AOD juga akan meredup. Sehingga AOD akan lebih boros baterai jika sobat sering menaruh hape di tempat yang terang.

Saya menggunakan Galaxy A8 Star untuk kegiatan sehari-hari. AOD saya aktifkan sesuai jadwal. Dibanding tidak menggunakan AOD, selesih penggunaan dayanya menurut saya tidak terlalu banyak. Paling hanya beda sekitar 5% untuk sekali charge.

Ilustrasinya begini, dengan AOD mati, dari baterai 100% di pagi hari, kemudian di jam 18.00 malam sisa baterai saya tinggal 15%. Dengan AOD menyala sisa baterai saya tinggal sekitar10%. Bisa lebih bisa kurang.

Penggunaan baterai ini sangat bergantung pada pola penggunaan sobat dan juga kondisi lingkungan. Karena terang redupnya AOD juga dipengaruhi oleh pencahayaan di sekitar hape.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Cashback Apilkasi Bibit

Cara Menghemat Baterai Saat AOD Dinyalakan

Ada banyak orang yang ingin tahu bagaimana cara menghemat baterai saat menyalakan AOD. Saya punya beberapa tips sederhana untuk mencapainya.

1. Gunakan AOD Bawaan

Pertama, gunakan AOD bawaan. AOD di hape Samsung Galaxy hanya tersedia untuk seri-seri tertentu. Biasanya hape Samsung Galaxy yang sudah memiliki spesifikasi ini akan punya AOD :

  • Layar Super Amoled
  • Resolusi Layar Full HD / Lebih
  • Punya sensor cahaya

Contoh hape Samsung yang sudah dilengkapi AOD adalah seri flagship seperti Galaxy S20 series dan Note 10 series. Selain itu kebanyakan seri A juga sudah dilengkapi AOD seperti A71, A51, A31, A50s, A50, A30.

Ada juga seri yang tidak dapat AOD walaupun layarnya sudah AMOLED seperti Galaxy J7 Duo, Galaxy A6, Galaxy J6, Galaxy J8, Galaxy A20 dll.

Jika hape sobat tidak ada fitur AOD, apakah bisa menginstall aplikasi AOD?

Kalau hanya install bisa, namun tidak saya sarankan. Karena AOD yang bukan bawaan sistem akan membuat baterai jauh lebih boros dibandingkan AOD yang asli bawaan sistem. Selain itu AOD dari aplikasi lain atau pihak ketiga kinerjanya relatif tidak stabil dibanding versi bawaan. Rawan terjadi force close.

2. Atur Jadwal Menyala AOD

Di pengaturan, Samsung sudah memberikan opsi untuk mengatur apakah AOD akan dinyalakan terus atau sesuai jadwal saja.

Supaya lebih hemat baterai, saya sarankan supaya AOD dinyalakan sesuai jadwal saja. Misalnya atur jadwal sesuai waktu saat sering mantengin layar hape, contohnya dari pagi sampai siang. Setelah itu nanti AOD akan mati sendiri.

Cara mengatur jadwal AOD sebagai berikut :

  1. Buka pengaturan
  2. Masuk ke menu kunci layar
  3. Buka Always On Display
  4. Pilih tampilan sesuai jadwal
  5. Atur jadwal sesuai selera sobat
  6. Pilih selesai

3. Pilih Opsi “Ketuk Untuk Menampilkan”

Satu opsi lain yang lebih menghemat baterai adalah ketuk untuk menampilkan. Cara memilihnya sama dengan langkah di atas.

Dengan ketuk untuk menampilkan, AOD hanya akan menyala selama 10 detik saat sobat menyentuh layar setelah layar hape mati karena dikunci.

Saya sendiri tidak memilih opsi ini, walaupun lebih hemat baterai tapi fungsionalitasnya berkurang. Karena saya tidak bisa melihat secara langsung notifikasi apa saja yang sedang masuk ke ponsel.

Kesimpulan

Begitulah sobat bahasan mengenai Always On Display (AOD). Secara singkat, tentu saja saat AOD dinyalakan penggunaan baterai akan sedikit meningkat dibandingkan saat AOD dimatikan.

Jika ingin AOD menyala namun tetap hemat baterai coba lakukan tips yang sudah disampaikan di atas. Selamat mencoba!

Baca juga :

Tinggalkan Balasan