Nostalgia Dengan Ponsel Sony Ericsson

Logo Sony Ericsson

Menengok persaingan ponsel zaman sekarang, rasanya mulai membosankan. Bahasa desain tiap brand tidak jauh beda dari tahun ke tahun. Polanya hampir sama, maksimalkan luas layar dan tambah jumlah kamera.

Maka kita jumpai sekarang banyak ponsel dengan ukuran besar yang kadang kala tidak nyaman digunakan satu tangan.

Hanya sedikit yang berani keluar pakem, misalnya membuat ponsel dengan model foldable ataupun dual screen.

Coba kita kembali ke 10 tahun lalu. Saat itu masih lazim sekali orang membaca majalah untuk mengetahui perkembangan ponsel yang baru dirilis dan harganya. Review ponsel pun belum ramai di YouTube.

Internet di ponsel belum sekencang sekarang. Ponselnya pun belum secanggih sekarang. 10 tahun lalu internet melalui ponsel masih terbilang lambat dan harganya mahal, ada operator yang menentukan tarif per KB.

Baca juga : iPhone 6S di Tahun 2020

Nostalgia Sebagai Pengguna Sony Ericsson

Saya mau bercerita brand ponsel favorit saya kala itu mulai tahun 2008, namanya Sony Ericsson. Iya, joint venture dua usaha : Sony dan Ericsson.

Brand Sony Ericsson sering disingkat soner / SE ini terkenal punya desain hape yang berani beda, elegan. Salah satu pilihan bagi orang yang tidak mau beli ponsel Nokia yang merajai pasar kala itu. Sony Ericsson punya produk khas untuk segmen tertentu. Contohnya seri Walkman untuk segmen pecinta musik dan Cyber-Shot untuk pecinta kamera.

Saya sempat punya beberapa ponsel Sony Ericsson waktu sekolah dulu. Semuanya sudah tidak berfungsi karena lama tidak dinyalakan, dan ada yang sudah dijual. Mari kita mulai nostalgianya..

Ponsel Pertama : Sony Ericsson K320i

Sony Ericsson K320i
Sony Ericsson K320i

Ponsel yang pertama adalah Sony Ericsson K320i. Ini ponsel pertama saya saat kelas 4 SD. Waktu itu masih jamannya SMS. Belum banyak aplikasi chat.

K320i ini sudah punya kamera belakang tapi belum ada memory card. Jadinya tidak bisa buat menyimpan banyak file.

Di ujung atas sudah ada inframerah dan dilengkapi bluetooth. Jadi ingat masa-masa saling tukar lagu MP3 😃

Baca juga : 7 Kelebihan TikTok Yang Membuatnya Makin Populer

Ponsel Kedua : Sony Ericsson K530i

Sony Ericsson K530i
Sony Ericsson K530i

Menjelang naik kelas 6, saya dibelikan Sony Ericsson K530i. Bukan seri Cyber-Shot tapi kameranya sudah terbilang bagus dan sudah bisa internetan di jaringan 3G.

Di atas layar sudah ada kamera depan. Masih ingat juga kan jaman di mana heboh 3G yang bisa melakukan video call? Saat itu juga sedang booming aplikasi chat bernama MXit.

K530i ini sudah punya slot memory card M2. Bisa digunakan menyimpan banyak lagu-lagu dan hasil foto, memori SMS nya juga besar. Kangen banget sama hape ini.

Ponsel Ketiga : Walkman W20i “Zylo”

Sony Ericsson W20i Zylo Nebulla Red

Selain W995 alias “Hikaru”, seri Walkman yang cukup populer adalah W20i, dengan julukan “Zylo”. Yang saya punya versi Nebulla Red seperti gambar di atas. Saya pakai ponsel ini mulai kelas 8 SMP.

Karena seri Walkman, Zylo sudah dilengkapi dengan aplikasi pemutar musik Walkman Player, dan diberi earphone yang bagus juga. Suaranya ngebass dan jernih. Jauh bangetlah dari K320i ataupun K530i, hehe.

Zylo ini bisa banget untuk main game, memorinya besar dan layarnya luas – jernih. Andaikan masih ada barunya saya mau koleksi satu buat kenang-kenangan!

Ponsel Android Pertamaku : Sony Ericsson “Walkman” W8

Sony Ericsson Walkman W8

Yang terakhir adalah Sony Ericsson “Walkman” W8. Kenapa saya beri tanda kutip? Karena ini bukanlah Walkman tulen. Bentuknya sama persis dengan Xperia X8 – seri awal ponsel Android besutan Sony Ericsson.

Tidak ada yang istimewa dari W8 dibanding Xperia X8. Perbedaan hanya di warna casing dan music player saja. Saya mulai pakai ini menjelang kelas 9 SMP.

Meski begitu ponsel ini adalah sarana perkenalan saya dengan sistem operasi Android dan sistem layar sentuh. Masih teringat dulu game yang sering dimainkan seperti Angry Bird, Fruit Ninja, dan Need For Speed. Bayangin main game itu di layar seluas 3 inch. Wow!

Baca juga : 5 Alasan iPhone 11 Dicari Banyak Konsumen

Penyebab Ponsel Sony Tak Lagi Berjaya

Sony Ericsson sudah tidak ada lagi, sudah menjadi Sony Mobile. Mereka pun sudah lama hengkang dari pasar Indonesia beberapa tahun lalu. Mengingat persaingan dengan brand Samsung dan ponsel-ponsel Tiongkok cukup kuat.

Saya yakin saat ini pun masih banyak fans / loyalis Sony Ericsson yang sebenarnya ingin Sony Mobile bisa kembali ke Indonesia. Meski kemungkinannya kecil. Mereka juga sudah tutup di banyak negara.

Penyebab brand Sony Xperia kurang diminati bisa jadi karena salah strategi. Di awal rilis dan masuk pasar ponsel Android mereka ingin menjadi “Apple” nya Android. Lantas menjual ponsel-ponsel kelas atas. Contohnya Xperia X10 dan Xperia Arc.

Itu bisa jadi kesalahan besar di kala brand-brand lain mulai sibuk bergerilya membangun pasarnya dengan merilis ponsel Android dengan harga lebih terjangkau.

Bisakah Sony Mobile Membalik Keadaan?

Menurut Digital Trends, rasanya berat untuk dilakukan. Di negara-negara maju contohnya USA, brand biasanya perlu bekerja sama dengan operator untuk paket penjualan ponsel mereka. Namun Sony Mobile tidak melakukan itu dengan baik.

Selain itu strategi merilis flagship setiap 6 bulan itu juga cukup memakan biaya dan waktu. Baru saja merilis, sudah harus mulai mengembangkan seri selanjutnya. Berat juga untuk mempromosikan sebuah produk yang akan hadir updatenya 6 bulan lagi.

Berbeda dengan yang dilakukan Apple, Samsung dan brand besar lain yang hanya merilis flagship setahun sekali.

Jikalau ada strategi yang bisa membuat Sony mengembalikan keadaan, perlu investasi yang sangat besar. Untuk menciptakan produk yang benar-benar bisa menggebrak pasar, dan bisa mempromosikannya secara luas.

2 pemikiran pada “Nostalgia Dengan Ponsel Sony Ericsson”

  1. Yaampun hape pertamaku taun 2006 pas masuk SMP jg Sony Ericsson, J230 ada radionya + biasa buat main game quadra pop. Pas kelas 2 akhirnya ganti K310i, hape pertamaku yang bs buat chat Bing & Mxit.
    Sony Ericsson ini emg kece sih modelnyaaa.

    Balas

Tinggalkan komentar