Perlukah microSD Untuk Ponsel di Tahun 2020?

Ketika saya sedang window shopping di sebuah online marketplace, saya mendapati beberapa brand microSD melakukan diskon terhadap produk mereka. Padahal tidak sedang ada event hari belanja online nasional atau event lainnya. Lalu muncul ide untuk menulis artikel mengenai microSD.

Coba tengok ponsel-ponsel yang dirilis satu tahun belakangan, spesifikasinya makin bagus saja. Termasuk memori internalnya. 5 tahun lalu, penyimpanan internal 16 GB saja sudah terbilang besar. Namun sekarang sudah banyak ponsel memiliki storage ratusan giga byte. Misalnya iPhone 11 Pro Max dan Galaxy Note 10 Plus. Keduanya punya varian storage 512 GB. Itu sudah setara dengan storage sebuah laptop lho!

Ponsel-ponsel kelas bawah (entry level) pun juga begitu, kebanyakan internal storagenya sudah cukup besar, ada di angka 16 GB. Sangat jarang yang hanya memiliki storage 8 GB apalagi 4 GB. Kalau internal storage sudah cukup besar, apakah ponsel jaman sekarang masih butuh untuk diberi tambahan microSD? Saya akan membahasnya dalam artikel ini.

microSD
Slot microSD

Alasan Memakai microSD

Mungkin beberapa orang masih merasa belum cukup terhadap internal storage yang mereka dapat. Sehingga menambahkan microSD untuk menambah kapasitas storage. Hal itu tidak salah, karena kadang kala orang sengaja membeli sebuah ponsel dengan varian storage yang lebih rendah untuk menghemat budget dan menggunakan microSD lamanya sebagai tambahan storage.

Selain itu juga ada alasan mengapa masih banyak pengguna yang memasang microSD di ponsel mereka :

  • Ponselnya memiliki slot microSD, daripada nganggur mending dipasang kan hehe.
  • Suka memindah file dengan microSD, misalnya foto, video, dll.

Menggunakan microSD juga berguna bagi Anda yang memang sejak awal menyimpan file di microSD, sehingga saat ganti ponsel Anda hanya perlu memindahkan microSD lama ke ponsel baru Anda.

Dulu ketika masih menggunakan varian ponsel 32 GB saya sering merasa insecure kalau tiba-tiba kehabisan memori saat berwisata atau pergi ke luar kota. Apalagi di tempat wisata sering mengambil foto dan merekam video. Untuk merekam kualitas Full HD saja dalam semenit bisa memakan memori hingga ratusan mega byte. Sehingga ketika itu saya masih menggunakan microSD.

Alasan Tidak Menggunakan MicroSD

Dibalik sejumlah alasan untuk tetap menggunakan microSD, ada juga alasan untuk tidak menggunakannya lagi.

1. Internal Storage Ponsel Semakin Besar

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal. Kedepannya internal storage sebuah ponsel akan semakin besar kapasitasnya. Di harga 1 sampai 2 juta bukan tidak mungkin untuk mendapatkan ponsel dengan internal storage sebesar 64 GB. Mengingat di tahun lalu sudah ada ponsel yang dirilis dengan harga 3 juta namun sudah punya internal storage 128 GB seperti Vivo Y17, Vivo S1, OPPO A5 2020, Realme 5, dan lain-lain.

2. Kecepatan Baca dan Tulis Data

Faktor ini mungkin sering luput dalam memilih microSD. Selain besarnya storage, microSD juga memiliki kecepatan baca dan tulis data (read and write), biasanya ditunjukkan oleh nomor kelas –speed class, UHS class dan video class. Kalau hanya untuk menyimpan file seperti dokumen, foto, dan video microSD dengan kelas sedang sudah cukup.

Namun jika Anda sering mengambil gambar maupun merekam video dengan resolusi tinggi, ataupun sering bermain game berat sebaiknya pilih microSD kelas atas yang read write speednya cepat. Supaya tidak mengalami patah-patah / lag saat melakukan kegiatan tersebut.

Dan nyatanya kecepatan microSD tidak sestabil kecepatan internal storage ponsel yang umumnya menggunakan eMMC maupun Universal Flash Storage (UFS). Oleh karena itu merekam video dengan kualitas 4K atau yang lebih tinggi, biasanya ponsel akan secara otomatis merekamnya dalam internal storage. Hal itu dilakukan pabrikan supaya perekaman tetap lancar. Bayangkan kalau microSD kelas rendah digunakan untuk merekam 4K, pasti akan mengalami masalah.

3. Faktor Keamanan Ketika Ponsel Hilang

Tidak ada yang berharap ponselnya hilang, saya pun demikian. Namun faktor keamanan microSD itu masih menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Data di dalam microSD bisa dengan mudah diambil oleh orang lain. Salah satu pencegahannya adalah dengan menggunakan enkripsi melalui ponsel. Dengan begitu microSD tidak bisa dibaca oleh perangkat lain. Namun ada konsekuensinya juga, sebelum Anda melakukan factory reset, lakukan dekripsi dulu supaya microSD bisa digunakan lagi. Karena jika lupa dekripsi dan terlanjur factory reset maka microSD tidak bisa terbaca.

4. Anda Rutin Melakukan Backup File

Hayo siapa yang malas memindahkan file-file lama ke laptop atau tempat penyimpanan lainnya? Saya termasuk orang yang sering melakukan hal ini. File yang sudah lama namun masih diperlukan di kemudian hari akan saya backup ke laptop atau hard disk. Untuk lebih simpel bisa melakukan backup ke layanan cloud semacam Google Drive, Drop Box, dan lain-lain. Dengan rutin melakukan back up, kapasitas storage di ponsel akan tetap terjaga supaya tidak penuh.

5. Ponsel Anda Memiliki Slot SIM Hybrid

Beberapa ponsel dirilis dengan slot SIM Hybrid. Artinya pengguna yang memiliki dua nomor telepon hanya bisa memilih dua kombinasi berikut :

  • SIM 1 + SIM 2
  • SIM 1 + microSD

Kalau ingin menggunakan dua SIM bersamaan, pengguna harus merelakan slot microSD. Berbeda dengan ponsel dengan triple slot yang bisa memasang dua SIM Card dan sebuah microSD secara bersamaan.

6. Format Penyimpanan HEIF dan HEVC

High Efficiency Image File (HEIF) adalah format foto yang lebih kecil ukurannya dibanding format JPG pada umumnya. Ponsel yang sudah dilengkapi fitur HEIF akan lebih hemat penyimpanan karena ukuran file lebih kecil dengan kualitas yang sama. Ponsel yang sudah mendukung format ini contohnya iPhone dengan iOS 11 ke atas maupun Android yang sudah menggunakan Android Pie.

Sedangkan High Efficiency Video Coding (HEVC) adalah format video yang lebih hemat penyimpanan dibanding format lainnya. Fungsinya juga untuk menghemat kapasitas penyimpanan.

Biasanya ada opsi di pengaturan kamera untuk memilih dalam format apa foto dan video akan disimpan. Anda perlu memperhatikannya. Hal ini berkaitan misalnya ketika Anda akan menggunakan foto dan video sebagai footage sebuah video project, karena belum semua editing software mendukung HEIF dan HEVC.

7. Rawan Tertipu microSD Palsu

Hal ini membuat saya agak kesal. Di marketplace maupun toko fisik masih banyak beredar microSD palsu. Kemasan dan fisiknya sangat mirip. Sulit dibedakan jika belum pernah melihat produk aslinya. Hal ini membuat konsumen mudah tertipu oleh barang palsu, misalnya membeli kapasitas 16 GB namun setelah dipakai kapasitas aslinya hanya 8 GB. Durabilitasnya pun dipertanyakan.

Kesimpulan

Memakai microSD atau tidak pada ponsel disesuaikan saja dengan kebutuhan dan kondisi ponsel yang sedang Anda gunakan.

Sekedar berbagi pengalaman, saya menggunakan ponsel A8 Star, dari 64 GB storage masih tersisa puluhan GB padahal sudah setahun lebih pemakaian. Hal ini membuat saya tidak perlu membeli dan menggunakan microSD karena kapasitas internal storage masih sangat banyak.

Jika Anda sering memindahkan data dengan cepat, sering mengambil foto dan video, atau menginstall banyak aplikasi, opsi menggunakan microSD perlu Anda pertimbangkan. Namun jika Anda hanyalah casual user yang tidak terlalu butuh banyak storage, sudah menggunakan layanan cloud ataupun rutin melakukan backup, tidak memakai microSD di ponsel bukanlah sebuah masalah.

Tinggalkan Balasan