Jadi Editornya Nanti Dulu

correcting-1870721_640

Menulis adalah cara yang bisa digunakan untuk menyalurkan kreativitas. Juga sebuah cara untuk menyampaikan pesan pada khalayak. Film yang kondang, ataupun blockbuster pun berawal dari naskah berupa tulisan. Pementasan drama yang elok pun juga berdasarkan tulisan.

Semua orang bisa menulis, juga punya kesempatan untuk belajar menulis. Namun mengawali sebuah tulisan untuk pertama kali biasanya cukup sulit. Baru dapat satu paragraf sudah bingung mau dilanjutkan apa.

Padahal di dalam kepala ada banyak ide-ide bersautan. Hanya saja susah diterjemahkan menjadi tulisan. Ada rasa malu, takut salah, takut tulisannya tidak menarik.

Maka, itulah jiwa editor yang sedang mendominasi. Padahal saat menulis kita butuh untuk menjadi penulis terlebih dahulu.

Kuantitas tulisan sangatlah penting. Keluarkan dulu semua yang ada di kepala, tanpa takut salah. Nanti sekiranya sudah selesai. Barulah kita undang jiwa editor. Untuk mengoreksi yang keliru, menambah apa yang kurang.

Dengan menghadirkan jiwa penulis, akan lebih mudah menyampaikan ide-ide, kemudian dituangkan menjadi tulisan. Jiwa penulis tak memikirkan benar salah terlebih dahulu. Ia membimbing untuk segera menghasilkan tulisan, sebelum idenya menguap dari kepala.

Yuk menulis!

Tinggalkan Balasan